Selasa, 12 Februari 2013

Pembukaan Bursa Saham Jepang, Nikkei Melonjak 2,5 Persen

Seorang pria melihat papan indeks saham di Tokyo.
Perdagangan saham di bursa Jepang melonjak dalam perdagangan Selasa pagi. Indeks Nikkei melompat 2,5 persen menjadi berada di poin 11.432,7 di awal perdagangan.

Seperti diberitakan cnbc, rata-rata saham Nikkei Jepang membukukan keuntungan pada Selasa karena investor menilai perusahaan-perusahaan eksportir diuntungkan oleh pelemahan yen setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat resmi mengatakan AS mendukung upaya Jepang untuk mengakhiri deflasi dan kembali memperkuat pertumbuhan.

Saham Korea Selatan mengalami kenaikan tipis pada awal perdagangan pada hari Selasa. The Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) naik 0,2 persen menjadi 1,955.3 poin. Di Australia indeks saham naik tipis 0,3 persen, dipimpin oleh sektor keuangan. Indeks acuan S&P/ASX 200 15,3 poin lebih tinggi pada level 4.974,8. setelah sempat melemah 0,2 persen dalam perdagangan tipis pada hari Senin. Indeks NZX 50 Selandia Baru diperdagangan naik 0,1 poin menjadi 4,220.6.

Senin, 11 Februari 2013

Empat Tahun, Nilai Saham di AS Naik US$12 Triliun

Pialang saham di bursa efek New York
- Bank sentral Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa sejumlah kebijakan moneter yang diputuskan memberikan sentimen positif ke pasar saham dan meningkatkan daya beli konsumen.

Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, mengakui hal itu. Menurut dia, seperti dilansir dari laman Bussinessinsider, Senin 11 Februari 2013, banyak kebijakan moneter yang diputuskan The Fed untuk meningkatkan harga saham, telah menghasilkan efek positif pada kenaikan belanja konsumen.

Harga saham industri real estat meningkat, di tengah sejumlah kekhawatiran investor bahwa Fed akan kembali memutuskan program pembelian aset.

Kapitalisasi pasar dari Wilshire 5000 Index mencapai US$9,2 triliun sejak 9 Maret 2009. Bahkan, sempat menembus US$16,0 triliun pada akhir pekan lalu.
Data juga menunjukkan bahwa adanya aliran dana The Fed itu mampu meningkatkan nilai saham-saham di AS sebesar US$12 triliun menjadi US$26 triliun untuk periode kuartal I-2009 hingga kuartal III-2012.

Sementara itu, nilai saham yang dimiliki investor ritel selama periode tersebut tercatat mencapai US$4,7 triliun hingga US$9,8 triliun. Nilai penjualan reksa dana saham dan reksa dana saham yang diperdagangkan di bursa (Exchange Traded Fund) masing-masing juga naik US$2,3 triliun dan US$634,7 miliar selama periode tersebut.

Selanjutnya, nilai saham pemilik bisnis real estat diketahui melonjak 19,6 persen atau US$1,3 triliun menjadi US$7,7 triliun pada akhir kuartal III-2012. Bahkan, diperkirakan meningkat lagi, mengingat harga rumah naik 10,9 persen (year on year) selama Desember, atau terbaik sejak Januari 2006. (art)

Jumat, 08 Februari 2013

Dahlan: Krisis Listrik Kalsel Teratasi dalam 6 Bulan

Menteri BUMN, Dahlan Iskan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, memperkirakan dalam enam bulan mendatang, krisis listrik di Kalimantan Selatan akan teratasi. Kondisi itu seiring dengan mulai beroperasinya pembangkit milik PT Perusahaan Listrik Negara dan swasta.

Dahlan Iskan menjelaskan, PLTU Asam-Asam unit 3 dan 4 telah selesai dibangun dan menghasilkan listrik masing-masing 65 megawatt.

"Tapi, unit 1 harus berhenti untuk diperbaiki, selesai dalam satu bulan. Setelah itu, unit 2 yang akan diperbaiki," kata Dahlan Iskan sebagaimana disampaikan Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi, kepada VIVAnews, Jumat 8 Februari 2013.

Mantan dirut PLN ini memprediksi dalam waktu enam bulan, empat unit PLTU Asam-Asam akan cukup mengalirkan listrik untuk Kalimantan Selatan. "Selesainya unit 3 dan 4 belum otomatis menyelesaikan krisis listrik di Kalsel," paparnya.

Selesainya unit 3 dan 4 PLTU Asam-Asam akan memberikan kesempatan unit 1 dan 2 diperbaiki. Jika tidak ada dua unit baru tersebut, Dahlan menjelaskan, Kalimantan Selatan akan lebih gelap gulita.

Di samping pembangkit milik PLN, pabrik baja milik Antam di Batu Licin kelebihan pasokan listrik sebesar 15 megawatt. Ia telah menginstruksikan PLN untuk membeli listrik dari Antam itu.

Dahlan juga meminta PLN untuk membeli listrik dari pembangkit listrik baru dari Adaro sebesar 2x30 MW untuk menambah kekuatan listrik di Kalsel.

"PLTU milik Adaro mungkin 2-3 bulan lagi bisa menghasilkan listrik. Kelebihan listrik tersebut harus segera dibeli PLN," katanya.

Jika hal tersebut sudah dilakukan PLN, dia menjelaskan, krisis listrik di Kalsel akan tuntas dalam enam bulan. (art)

Kamis, 07 Februari 2013

Pakai Monorel, Bekasi Timur-Kuningan Cuma 24 Menit

Tiang monorel yang terbengkalai.
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Kiswo Darmawan, mengatakan, monorel yang diusung perusahaannya akan memberikan banyak manfaat bagi pemerintah dan masyarakat.

"Yang paling utama adalah monorel ini akan memperpendek waktu tempuh Bekasi Timur-Kuningan menjadi hanya 24 menit," kata Kiswo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 7 Februari 2013.

Waktu tempuh ini akan lebih efektif dan efisien dibanding menggunakan mobil pribadi yang bisa satu jam lebih. Selain itu, monorel dengan nilai investasi Rp9 triliun ini akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang saat ini kebanyakan satu orang satu mobil.

Berkurangnya jumlah pengguna mobil ini, dia melanjutkan, akan bisa mengurangi subsidi BBM yang dikeluarkan pemerintah. Saat ini, rata-rata mobil bergerak 35 kilometer per jam dan mengakibatkan pemborosan subsidi BBM hingga Rp2,5 miliar per hari. "Bayangkan, berapa yang bisa diselamatkan dari pembakaran BBM," katanya.

Monorel sepanjang 52 kilometer ini dapat menampung 94.600 orang per hari untuk ruas Bekasi-Jakarta dan 54.000 orang per hari di ruas Cibubur-Kuningan. Angka ini, menurut Kiswo, dengan durasi pemberangkatan kereta setiap lima menit. (art)

Rabu, 06 Februari 2013

Seberapa Besar Setoran Freeport Indonesia Sejak 1991?

Tambang Freeport Indonesia di Papua
Sejak kontrak karya Freeport Indonesia diperpanjang pada 1991, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu telah membayar kewajiban kepada pemerintah Indonesia sebesar US$14,5 miliar (per September 2012).

"Total kewajiban keuangan itu sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada kontrak karya 1991," kata Head of Corporate Communications Freeport Indonesia, Daisy Primayanti, kepada VIVAnews.

Seperti diketahui, pada 1991, kontrak karya Freeport Indonesia diperpanjang menjadi 30 tahun hingga 2021 dengan opsi perpanjangan dua kali, masing-masing 10 tahun.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut terdiri atas pembayaran pajak penghasilan badan sebesar US$9,1 miliar, pajak penghasilan karyawan, pajak daerah, serta pajak-pajak lainnya US$2,7 miliar, royalti US$1,4 miliar, dan dividen sebesar US$1,3 miliar.

Selain itu, Freeport Indonesia memberikan kontribusi tidak langsung bagi Indonesia termasuk investasi infrastruktur di Papua seperti kota, instalasi pembangkit listrik, bandara udara dan pelabuhan, jalan, jembatan, sarana pembuangan limbah, dan sistem komunikasi modern.

Infrastruktur sosial juga disediakan oleh perusahaan, seperti sekolah, asrama, rumah sakit dan klinik, tempat ibadah, sarana rekreasi, dan pengembangan usaha kecil dan menengah.

"Freeport Indonesia telah melakukan investasi senilai kurang lebih US$7,2 miliar pada berbagai proyek," katanya.

Sepanjang 2012, perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport Indonesia, telah membayar pajak dan royalti kepada pemerintah senilai US$955,6 juta (Rp9,08 triliun dengan kurs Rp9.500). Namun, setoran itu anjlok 60,2 persen dibandingkan 2011 yang mencapai US$2,4 miliar. (Selengkapnya baca: Setoran Freeport ke Pemerintah RI Anjlok, Apa Sebabnya?). (art)

Selasa, 05 Februari 2013

PU Dukung Desain Dua Ruas Tol Akses Tanjung Priok

Penambahan infrastruktur jalan.
Kementerian Pekerjaan Umum memberi sinyal untuk menyetujui desain Pemda DKI Jakarta guna membangun dua ruas tol terlebih dahulu yang dapat mengakses Pelabuhan Tanjung Priok dalam proyek Tol Dalam Kota. Pemda DKI Jakarta kini sedang membangun ruas tol Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang. Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, menyatakan, pembangunan dua ruas tol ini dapat mengurangi beban jalan menuju pelabuhan yang saat ini amat padat. Saya rasa, dua ruas di utara akan langsung meringankan beban berat jalan di jalur pelabuhan (harbour road). Intinya, semua sedang berproses, desain dibuat sedemikian rupa, sehingga aspek lingkungan hijau dipertimbangkan, ujar Hermanto di Jakarta, Selasa, 5 Februari 2013. Menurut Hermanto, jika akses menuju pelabuhan tidak segera dibenahi, akan menimbulkan kepadatan lalu lintas, dan akhirnya berakibat kepada mahalnya biaya transportasi barang. Jika biaya transportasi angkutan barang bisa ditekan dan kecepatan jalan juga meningkat, pergerakan ekonomi bisa berlangsung lebih baik, kata Hermanto. Pemda DKI Jakarta, Hermanto melanjutkan, kini sedang memproses izin lingkungan untuk pembangunan jalan tol itu. Izin lingkungan inilah yang sebelumnya mengganjal PT Jakarta Toll Development untuk melakukan Penandatanganan Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Bagaimana dengan pembangunan empat ruas jalan tol lainnya? Sisanya direncanakan menyusul setelah pembangunan dua ruas tol ini, ujarnya. Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menegaskan bahwa dia dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, tidak anti terhadap pembangunan enam ruas Tol Dalam Kota. Menurut dia, setidaknya dua ruas Tol Dalam Kota harus segera dibangun. Selengkapnya di sini. (art)

Senin, 04 Februari 2013

Menkeu Klaim Sensus Pajak Tingkatkan Penerimaan Negara

Petugas sensus pajak.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengklaim program ekstensifikasi atau perluasan area pajak yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak berhasil menjaring jutaan wajib pajak baru.

Agus menjelaskan, Ditjen Pajak dalam beberapa tahun terakhir rutin melakukan sensus pajak nasional. "Kami sebelumnya 4-5 juta NPWP, sekarang sudah naik di atas 20 juta," ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Senin 4 Februari 2013.

Dengan pencapaian tersebut, menurut Agus, membuktikan pemerintah tidak main-main dalam meningkatkan penerimaan negara. Kenaikan wajib pajak itu otomatis akan meningkatkan penerimaan negara, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintah.

"Jadi, ungkapan kita hanya menembak di 'kebun binatang' itu tidak betul, karena tax based kita itu sudah berhasil diperluas," kata mantan dirut PT Bank Mandiri Tbk itu.

Pemerintah, dia menjelaskan, akan terus meningkatkan penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak. Berbagai upaya akan dilakukan pemerintah, salah satunya usulan Komite Ekonomi Nasional (KEN) untuk kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) yang sudah harus disesuaikan.

"Untuk saat ini, yang memberikan kontribusi besar pada penerimaan pajak adalah wajib pajak yang sudah lebih luas," tuturnya. (art)

Harapan Ekonomi Global Pulih, Bursa Asia Menguat

Pialang di bursa saham Korea Selatan.
- Indeks saham utama di bursa Asia naik tipis pada awal perdagangan Senin 4 Februari 2013. Pergerakan indeks itu didukung data Amerika Serikat yang positif dan harapan akan adanya pemulihan ekonomi global.

Sebab, Bank Sentral AS melonggarkan kebijakan moneternya, serta didukung data manufaktur yang solid dari Eropa dan China. Indeks MSCI di Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen, setelah membukukan kenaikan mingguan sebesar 0,7 persen.

"Saham Asia cenderung mengambil momentum dari kenaikan saham di AS dan aset berisiko umumnya, sehingga diperkirakan terus menguat," kata Naohiro Niimura, seorang pialang dari perusahaan konsultan dan riset saham di Jepang, seperti dikutip dari laman Reuters, Senin.

Di bursa AS, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat ke level 14.000 akhir pekan lalu, atau untuk pertama kalinya sejak Oktober 2007. Sementara itu, indeks Standard & Poor's 500 mencapai titik tertingginya sejak Desember 2007.

Jumat lalu, data AS menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan naik 157.000 selama bulan sebelumnya, direvisi ke atas untuk November dan Desember. Sementara itu, Institute for Supply Management menyatakan bahwa indeks aktivitas pabrik nasional naik ke level tertingginya sejak April lalu.

China juga diikuti dengan berita positif selama akhir pekan lalu. Sebab, indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor nonmanufaktur tumbuh pada Januari. Kondisi itu menunjukkan kenaikan dalam empat bulan berturut-turut, dan memperlihatkan negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia itu mulai pulih dari krisis.

Sementara itu, di bursa saham Australia, indeks dibuka naik tipis 0,2 persen pada perdagangan hari ini, setelah menguat 0,9 persen ke level tertinggi 21 bulan terakhir pada penutupan transaksi Jumat. Indeks saham Korea Selatan juga naik di awal transaksi sebesar 0,6 persen.

Di bursa acuan Jepang, indeks Nikkei 225 pun dibuka menguat 0,6 persen atau naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir seiring pelemahan mata uang yen terhadap dolar AS. (art)

Minggu, 03 Februari 2013

Di ASEAN, RI Nomor 1 Dalam Keterbukaan Anggaran

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia semakin pesat
- Open Budget Index (OBI) atau Indeks Keterbukaan Anggaran 2012 yang dilansir Internasional Budget Partnership menunjukkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan dalam hal skor indeks keterbukaan anggaran. Sebelumnya, pada 2010, Indonesia memiliki skor 51 dalam keterbukaan anggaran kepada publik. Menurut data OBI 2012, Indonesia memiliki skor 62.

Skor tersebut juga mendorong Indonesia menduduki peringkat paling tinggi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Tercatat, Filipina memiliki skor 48, Malaysia 39, Thailand 36, Timor Leste 36, Vietnam 19, Kamboja 15, dan Myanmar 0.

Lukman Hakim, peneliti dari Open Budget Survey, mengatakan bahwa peningkatan skor OBI 2012 Indonesia itu karena ketersediaan delapan dokumen kunci anggaran yang disediakan pemerintah pusat kepada publik, serta menilai apakah informasi dalam dokumen sudah lengkap, tepat waktu, dan bermanfaat.

Kedelapan kunci itu terdiri dari dokumen kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, rancangan anggaran pendapatan belanja negara (APBN), nota keuangan dan Undang-undang APBN, penyajian sederhana dari dokumen anggaran kepada publik, laporan realisasi anggaran periodik (bulanan, dwi bulan, tri wulan, dan kuartal), laporan pelaksanaan APBN semester pertama, laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP), dan laporan hasil pemeriksaan LKPP.

Menurut Lukman, hasil dari OBI 2012 menunjukkan bahwa negara-negara maju cenderung memiliki tingkat transparansi anggaran yang tinggi. "Sedangkan, negara-negara yang memiliki tingkat demokrasi rendah memiliki skor keterbukaan anggaran kepada publik yang rendah," kata dia, saat berbicara di launching Open Budget Indek 2012 Indonesia, di Jakarta, Minggu 3 Februari 2013.

Ia menambahkan bahwa tingkat transparansi dan akuntabilitas benar-benar tergantung dari komitmen pemerintah. Selain itu, negara dengan ketergantungan donor yang tinggi, cenderung memiliki peningkatan signifikan dalam skor keterbukaan anggaran kepada publik.

Prestasi peningkatan OBI Indonesia 2012 itu, kata Lukman, bukan sebuah keberhasilan pemerintah semata. "Peningkatan ini, bisa dicapai karena faktor lahirnya UU Keterbukaan Informasi Publik dan partisipasi masyarakat sipil," tuturnya.

Jumat, 01 Februari 2013

BPS: Defisit Neraca Perdagangan 2012 US$1,63 Miliar

 Pelabuhan Peti Kemas Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa total ekspor selama tahun 2012 mencapai US$190,4 miliar, menurun 6,61 persen dari tahun lalu yang sebesar US$203 miliar. Ini menunjukkan target ekpor tahun lalu tidak tercapai.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, kinerja ekspor Desember 2012 tercatat US$15,41 miliar. Capaian tersebut juga mengalami penurunan sebesar 9,78 persen dari bulan sebelumnya.

"Sektor yang menyumbang ekspor antara lain industri sebesar 61,11 persen atau US$116,14 miliar, Migas US$36,97 miliar atau 19,45 persen, tambang dan lainya sebesar US$31,35 miliar atau 16,50 persen dan sektor pertanian sebesar US$5,58 miliar atau 2,94 persen," ujar Suryamin di kantornya, Jakarta, Jumat 1 Februari 2013.

Ekspor non migas selama 2012 menurun dibanding 2011. Capaian ekspor non migas adalah US$153 miliar, sementara tahun 2011 sebesar US$162 miliar.

Demikian pula ekspor migas. Tahun 2011, ekspor migas sebesar US$41,4 miliar, turun menjadi US$36,973 miliar pada 2012.

Menurut Suryamin, pasar ekspor non migas Indonesia yang terbesar pada 2012 adalah China dengan nilai US$20,86 miliar. Disusul Jepang sebesar US17,23 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$14,59 miliar. Sementara di negara ASEAN pangsa pasarnya 20,42 persen atau US$31,27 miliar dan Uni Eropa 11,73 persen atau US$17,59 miliar. Impor Meningkat Suryamin menambahkan, impor pada 2012 meningkat 8,02 persen dibandingkan tahun 2011. Total impor sepanjang tahun 2012 mencapai US$191,67 miliar, sedangkan tahun sebelumnya US$177,44 miliar. Kinerja impor bulan Desember 2012 mencapai US$15,56 miliar, ini menurun dibanding 5,55 persen dibanding Desember 2011 dan menurun 8,11 persen dibanding bulan sebelumnya (November 2012 US$16,94 persen).

Impor non migas selama 2012 mencapai US$149,1 miliar, meningkat 9,02 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar US$136,7 miliar. Kemudian untuk impor migas mengalami peningkatan dari US$40,7 miliar pada 2011 menjadi US$42,25 miliar pada 2012.

Secara keseluruhan, kinerja perdagangan Indonesia pada 2012, impor US$191,67 miliar dan ekpor US$190,04 miliar. Dengan demikian terjadi defisit sebesar US$1,63 miliar.

Defisit neraca perdagangan ini, menurut Suryamin, berasal dari defisit migas sebesar US$5,59 miliar yang diredam oleh surplus non migas sebesar US$3,96 miliar.

Kamis, 31 Januari 2013

Batavia Air Diminta Pindahkan Pesawat dari Apron Bandara

Sejumlah pesawat Batavia Air diparkir di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta meminta manajemen Batavia Air segera memindahkan enam buah pesawatnya yang diparkir di area pelataran bandara ke dalam hanggarnya. "Pemindahan lebih cepat lebih baik. Ada enam pesawat, semua di apron," ujar Kepala Kantor Otoritas Wilayah I Bandara Soekarno-Hatta, Adi Kandrio Dayanun, di Terminal 1C Bandara Soetta, Jakarta, Kamis 31 Januari 2013. Area yang ditempati enam pesawat Batavia Air itu akan diberikan kepada maskapai lain yang membutuhkan. "Kami ingin space di sana bisa cepat kosong. Jadi, bisa digunakan maskapai lain," kata Adi. Dalam kesempatan yang sama, General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Bram B Tjiptadi, menyatakan belum dapat menghubungi manajemen Batavia Air untuk pemindahan pesawatnya itu.

"Hubungan sama manajemen Batavia belum bisa. Kami berharap pesawat-pesawat itu jangan ditaruh di apron. Kami minta kepada Batavia untuk segera dihanggarkan," kata Bram. (art)

Pailit, Batavia Air Utang Rp300 Juta di Bandara Lombok

Calon penumpang maskapai Batavia Air menunggu di Kantor Pusat Batavia, Jalan Angkasa Raya, Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Dinyatakan sebagai perusahaan pailit, Batavia Air meninggalkan utang di Bandara Internasional Lombok. General Manager Angkasa Pura I, Pujiono, membenarkan adanya utang Batavia Air itu. Menurut dia, ada utang kurang lebih Rp300 juta menyangkut di antaranya sewa pendaratan, penempatan pesawat, dan sewa ruang yang belum dibayarkan Batavia Air. "Hanya utang penyewaan fasilitas rutin saja. Tidak ada yang lainnya. Nilainya sekitar Rp300 juta per Desember 2012," ujar Pujiono saat ditemui di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis 31 Januari 2013. Hal senada disampaikan Manajer Keuangan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Djoko Wahyono. "Kami masih menginventarisasi nilai utangnya, pembayaran sewa tersebut mulai tersendat setahun terakhir. Kira-kira nilainya Rp300 juta bahkan bisa lebih dari itu,"ujar Djoko.

Menurut Djoko, pihaknya juga akan menyampaikan persoalan itu kepada kantor pusat. Sebab, tagihan terhadap utang-utang tersebut merupakan kewenangan pusat.

Maskapai penerbangan nasional Batavia Air dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, karena tak mampu membayar utang US$ 4.688.004,07 yang jatuh tempo utang pada 13 Desember 2012. Gugatan pailit diajukan oleh International Lease Finance Corporation (ILFC) itu terjadi setelah Batavia Air batal diakuisisi maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia.

Lebih dari 100 penumpang pesawat Batavia Air Boeing 737 telantar di Bandara Internasional Lombok. Mereka terpaksa harus duduk menunggu penjelasan dari pihak Batavia Air. Sejumlah penumpang juga tampak kebingungan tanpa tahu harus berbuat apa. (eh)